Rabu, 30 November 2011

JADIKAN AKU YANG TERAKHIR “SAYANG”

      Rasa itu masih sama sayang…
      Masih sama seperti kemarin,
      saat ini, esok, entah sampai kapan… 
      Aku kan selalu berusaha sayang….
      Memahami, juga mengerti kehidupan yang kau jalani
      Meski…
      Aku belum terlalu bisa memahami,
      Meski…
      Selalu ada cobaan datang silih berganti,
      Meski….
      Aku belum terlalu dewasa untuk mengerti, 
      Walau…
      Kadang jiwa juga raga ini rapuh,
      Tapi…
      Percayalah sayang, aku mencintaimu… 
      Izinkan aku jadi yang terakhir dalam hidupmu
      Sayang… 

Mencintai Cinta

Dentang lonceng jam tua menyadarkanku
selimut mimpi indahku terusik ditengah bisu
alunan melodi rindu
menentramkan jiwa yang rapuh karena harapan semu
dan dingin hembusan angin kembali membawaku menjelajahi memori masa lalu
menyaksikan dongeng indah bertemunya raja dan ratu

semua berawal biasa
sampai akhirnya menjadi sebuah cerita indah yang tak terduga
menguntaikan beribu makna, dan
menguak tabir tabu menjadi realita

waktu terus bergulir seiring bergantinya masa
musim dingin berganti musim semi yang dihiasi indahnya sakura
dongeng raja dan ratu semakin menarik dihiasi canda, tawa, luka, dan air mata
menggoreskan beribu makna yang takkan terlupa

sampai suatu ketika
sebuah duri tumbuh didalam istana cinta
dan mengancam ketenangan surga ratu dan raja
mahligai itu nyaris goyah, ketika ratu dan raja harus berpisah
terucap janji suci dari nurani sang raja
"kita takkan berpisah lama"

36 purnama telah terlewati
sang ratu tak pernah lelah menanti belahan jiwa untuk kembali
tapi malam itu, dimalam dingin yang sepi
sang ratu mulai merasa penantian panjangnya tak berarti
dan selembut angin malam menyapa bumi
sang ratu perlahan beranjak pergi

"andai waktu dapat kuputar kembali, aku akan mengubah sejarah agar tak bertemu denganmu, agar aku takkan pernah merasakan sakit kehilang dirimu, dimana ada pertemuan disana pasti ada perpisahan.."

tapi semua terlambat, sang ratu kini hanya bisa meratapi diri dalam kesunyiannya yang abadi
"yah... Andai waktu dapat ku ulang, aku tak ingin mengenalmu, karena aku tak ingin kehilangan dirimu.."

malam kian mencekam
mataku pun mulai padam, diiringi akhir kisah yang suram...

Senin, 28 November 2011

CINTA KECILKU

cinta kecilku,semenjak aku menemukanmu
kau kikis dan kau obati piluku di masa lalu
membawa terang cahaya nan biru…
cinta kecilku,aku menyebutmu demikian
bukan berarti hanya setetes cinta yang kuberikan
tapi aku lelah berjanji,untuk suatu hal yang tak bisa dipastikan…
cinta kecilku,cinta kita bersuntingkan rafflesia
sebuah bunga yang sering kusebut dalam segala rasa
meski nasibnya tak pernah menjanjikan keharuman
tetapi rafflesia ini tak pernah layu
cinta kecilku,malam ini aku merindukanmu….

Rabu, 23 November 2011

Rindu Tak Urung Bertemu

      Masa yang membahagia masa indah bersamamu, jalinan kasih lama terpisah kembali di masa itu, di suatu masa dengan segenap membungkus rasa rindu, satu, untukmu ku ingin bertemu. Setiap kehampaan malam dirimu hadir sebagai syair.Ku merasa raja pujangga dengan syair dirimu untukku. Engkau syairku di setiap sudut sudut tulisanku, syair melena dunia kala di baca.
     Di masa yang ku merasa cinta tak hanya kata manja atau sapa. Hadirnya cinta sebagai rasa, dari mana entah kapan ku tak peduli darimu aku merasa. Darimu ku membayangkan cinta dewa raja bermasa masa, darimu ku mengenal cinta mengisi malam penuh dahaga, darimu ku sadari cinta sejati hanya sekali. Engkau ilhamku di setiap sastra egoku.
    Aku merindu masa itu,.. masa ku terpenjara tatapan hiasan pelangi kedua matamu, tanpa malam sunyi selalu berhias mimpi mimpi tebaran bintang cinta sejati, tak memendar tawa tak pudar canda impian selalu bahagia.
     Tapi, kenapa adat mesti berkata, kenapa semua lepas begitu berbeda, meski tak utuh cintaku bukan ranting rapuh jatuh ke tanah. Seperti kecewa semua terlanjur karam di dada, semua kenangan lama yang tlah menorehkan luka di dada. Cinta hanyalah cinta biarlah rasa yang berbicara dan waktu kan menjawabnya. Biarkan ku sekarang menggeluti garis nasib tanpa cinta.
NB: Ku tak mengerti dan tak peduli apakah ini puisi atau prosa ataupun sajak, tak ada yang baru. hanya pengulangan kata dan bahasa yang  sama dengan satu masa. Ku hanya ingin menulis bayangan serpihan cinta yang tersisa, karena jujur ku akui aku belum pernah terperosok jatuh lebih dalam dan terhanyut dalam kubangan yang namanya cinta, entah dari mana ini datangnya, kenagn itu datang denganku bersama cinta monyetku, jelas sekali bukan cinta ular atau serigalaku.